Sukoharjo – Kelompok 07 KKN Tematik Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo menggelar pelatihan pembuatan jahe instan pada hari minggu, 11 september 2022 mulai pukul 10.00 sampai selesai. Pelatihan tersebut diadakan di Posko KKN kelompok 07 dengan administratif lokasi pada RT 01 RR 02 Dusun Geran, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan tambahan yang ditemukan dan dirasa diperlukan oleh masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan permintaan dari ibu – ibu dawis dusun geran agar diadakan pelatihan pembuatan jahe instan. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan perwaklan dari Dawis yang ada di Dusun Geran, jumlah peserta yang hadir ada 14 orang.

Kegitan ini dimulai dengan penjelasan singkat dari ketua KKN kelompok 07 Sdr. Yusuf tentang cara pembuatan dan takaran penggunaan. Kemudian persipan bahan yang digunakan, bahan yang digunakan sendiri ialah Jahe, Gula Pasir, Kayu manis dan Cabai Jawa. Selanjutnya, dilanjut Praktek langsung oleh ibu – ibu perwakilan dawis yang hadir. Pada saat pelatihan ibu – ibu dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

  1. Kelompok persiapan yang bertugas untuk menyiapkan jahe sebelum dimasak. Pada kelompok ini ada 4 orang. Tugas dari kelompok 1 yaitu menimbang jahe dimana pada kesempatan kali ini jahe yang digunakan adalah 100g jahe merah dan 200g jahe emprit. Kemudian mencuci jahe dan membersihkannya. Pada tahap ini pendampingan dan pelatihan dibantu oleh Sdri. Maulina dan Sdr. Onsie. Tahap selanjutnya adalah pemotongan jahe dan penghalusan jahe mengggunakan blender yang dipandu oleh Sdr. Munir. Setelah jahe halus kemudian di peras dan airnya di endapkan kurang lebih selama 1 jam.
  2. Kelompok Pemasak yang bertugas memasak jahe dari cair hingga menjadi serbuk jahe. Kegiatan ini dimulai dari perebusan air jahe yang telah diendapkan tadi, pada proses ini yang digunakan adalah airnya untuk endapannya dibuang dan tidak boleh ada endapan yang ikut masuk dan direbus karena akan membuat kesalahan yang fatal. Ari jahe tersebut direbus dan diberi cabai jawa 2/3 biji dan kayu manis sesuai selera. Perebusan dilakukan hingga cairan mengental dan tinggal setengah. Proses ini kurang lebih membutuhkan waktu 5 – 10 menit. Setelah sudah mengental cabai jawa dan kayu manis dibuang. Kemudian dimasukkan gula sebanyak 500g. Setelah gula dimasukan api dikecilkan dan cairan jahe dan gula diaduk terus. Sehingga cairan tersebut berubah menjadi serbuk. Pada proses ini kurang lebih membutuhkan waktu 20 – 25 menit. Proses ini dilakukan oleh 5 orang ibu – ibu perwakilan dawis yang didampingi oleh Sdr. Yusuf sebagai pemasak dan Sdr. Tauhid sebagai pengukur suhu.
  3. Kelompok Pengemasan yang terdiri dari 5 orang ibu perwakilan dawis. Pada tahap ini tugas yang dikerjakan adalah memblender serbuk jahe yang telah dimasak agar mendapat warna yang lebih putih. Selanjutnya menyaring serbuk agar ukuran serbuk sama. Dan tahap akhir ialah pengemasan yaitu dikemas dengan plastik standingpoch dengan berat 100g. Pada pelatihan ini di dampingi oleh Sdr. Munir selaku bagian blander dan dilanjut Sdr. Handrian dan Sdr. Tinto yang bertugas mengarahkan pada tahap pengemasan.

Untuk pengatur waktu dalam kegiatan dan dokumentasi ada Sdr. Dwi yang bertugas sebgai pencatat waktu. Pembagian tahapan atau kelompok ini dilakukan agar ibu – ibu dawis mengetahui semua proses dari awal hingga akhir namun tidak jenuh menunggu lama.

Setelah tahapan diatas selesai kegiatan ini dilanjut dengan perhitungan atau analisis biaya dan pendapatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua KKN sebagai berikut : “ Pada proses pelatihan ini diperlukan jahe sebanyak 600g dengan perincian 400g jahe emprit dan 200g jahe merah namun untuk usaha sebenarnya hanya membutuhkan 500g jahe dengan harga Rp. 6.000,- . kemudian gula pasir 1kg dengan harga Rp. 15.000,- dan rempah ( Cabai Jawa dan Kayu Manis ) Rp. 2.000,- dan akumulasi biaya lainya sebesar Rp. 2.000,- sehingga biaya yang dibutuhkan total Rp. 25.000,-. Produk yang dihasilkan dari proses ini sebanyak 10 bungkus dengan harga jual Rp. 5.000,- hingga Rp. 7.500,-. Jadi penerimaan yang didapat adalah Rp. 50.000 – Rp. 75.000 dan Pendapatan bersih bisa setengah modal bahkan lebih”.

Kegiatan ini pun ditanggapi dengan baik oleh ibu –ibu dawis yang ada yang diungkap oleh ibu larmi dengan berkata “pripun ibu – ibu niki menawi saget dilanjut hasilnipun lumayan”. Ibu – ibu dawis lainya juga sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan ini ialah menabah inovasi produk dawis Dusun Geran Geritan serta menjaga ketahanan perekonomian masyarakat.Indikator pencapaian yang diharapkan ialah ibu – ibu dapat membuat jahe instan ini. Selanjutnya dapat membuka usaha penjualan jahe instan yang berdaya saing, yaitu dengan penambahan label, produk yang tahan lama, dan warna serta rasa yang khas.

Minggu, 04 September 2022 mulai Pukul 10.00 pagi hingga 17.00 kelompok 07 KKN Tematik Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo melakukan sosialisasi di lanjut pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah anorganik menjadi barang bernilai jual. Limbah an organik yang digunakan disini ialah kantong plastik dan kain bekas.

Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi cara kerja, manfaat, dan nilai jual yang memungkinkan ketika produk yang di sosialisasikan berjalan. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan cara presentasi yang di sampaikan oleh Ketua Kelompok KKN 07, Yusuf Maisya Firdaus. Barang atau Produk yang dihasilkan atau dilatihkan pada kesempatan kali ini ialah pembuatan Pot dan Vas bunga dari kain Bekas, Taplak Meja, dan Bunga Plastik. Selain menjelaskan tentang cara membuat produk, Kegiatan Sosialisasi yang dipaparkan oleh sdr. Yusuf juga membahas tentang analisis biaya yang disitu di perlihatkan keuntungan yang didapat ketika menjalankan atau dapat memproduksi produk tersebut. Selanjutnya, dijelaskan juga cara memasarkan secara online melalui media sosial beserta pemetaan penggunaya dan market place yang tersedia yaitu Shopee, Toko Pedia dan Lazada serta metode penjualan melalui grabfood, gofood dan shopee food yang dirasa sangat perlu disampaikan karena di wilayah KKN kelompok 07 belum terdapat atau masih sulit dalam menemukan metode penjualan tersebut padahal sinyal di wilayah tersebut tergolong bagus.

Sdr. Yusuf juga menjelaskan tentang penggunaan aplikasi Spreadsheet untuk pengarsipan data yang berhubungan tentang keuangan. Kegitan selanjutnya adalah pelatihan dan pendampingan pembuatan produk yang dibagi menjadi 3 group atau 3 Pemandu yakni :

  1. Pembuatan Vas dan Pot bunga di pandu oleh sdr. Munir dan sdr. Tauhid dimana kegiatan dimulai dari pemotongan kain, dilanjut penyelupan ke semen hingga finising. Untuk Vas dan Pot menggunakan bahan dasar kain bekas atau berca yang dilapisi semen hingga mencapai ketebalan tertentu dan terakhir di cat menurut selera.
  2. Pembuatan Taplak Meja di andu oleh Sdri. Maulina dan Sdr. Onshie dimana pembuatan taplak meja murni berasal dari kain perca yang di bentuk lingkaran kemudian di tusuk kerut dan dibentuk bulat kemudian disatukan dan dihias manik – manik.
  3. Pembuatan Bunga Plastik, Pemasaran online dan arsip data di pandu oleh Sdr. Yusuf. Buang plastik terbuat dari 3 bahan dasar yaitu : Plastik kantong, isolasi, kawat. Plastik semula di potong persegi panjang kemudian di lipat dan disatukan dengan kawat, kemudian dilapisi isolasi warna. Untuk pelatihan pemasaran online sendiri diawali dengan pemilihan diksi dan kata kunci yang tepat, kemudian penulisan deskripsi yang baik serta pendaftaran aplikasi penjualan. Kemudian untuk pelatihan arsip data yaitu dengan memberikan pengenalan dan pelatihan rumus – rumus yang dapat digunakan dalam aplikasi Spreadsheet.

Kegiatan pada satu hari ini di koordinatori oleh Sdr. Handrian, Sdr. Dwi dan Sdr. Tinto. Peserta yang hadir merupakan Ibu – Ibu PKK dusun Geran dan Karang Taruna Karya Bakti Dusun Geran yang berjulan 50 Peserta. Dimana kegiatan ini berlasung di Posko KKN 07 Jendi Selogiri yang bertepat pada Dusun Geran Geritan Rt 01/Rw02 Jendi, Selogiri.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini ialah agar barang bekas atau limbah anorganik yaitu kain dan plastik dapat di daur ulang atau dimafaatkan kembali sehingga mendatangkan nilai jual sehingga mampu menambah perekonomian masyarakat. Selain itu, kegiatan ini merupakan saran langsung dari Ibu Kepala Desa Jendi yakni Ibu Suharni. Beliau mengharapkan adanya pemanfaatan limbah yang lebih baik serta mampu memberikan pemasukan untuk karang taruna dan ibu – ibu PKK.

Indikator pencapaian yang diharapkan dari kelompok 07 sesuai yang di jelaskan oleh Sdr. Yusuf yaitu mampu berjalannya usaha dibidang kerajinan tangan melalui pemanfaatan limbah anorganik dan bisa menjadi home industri atau UMKM kerajinan tangan. Hal ini juga ditanggapi atau mendapatkan respon yang baik dari Ketua Karang Taruna Karya Bakti, Sdr. Riki dan Ketua PKK, Ibu Larmi “ Terimakasih atas ilmu yang diberikan, Semoga dengan adanya pelatihan ini mampu meningkatkan kretifitas dan perekonomian masyarakat.”

Sukoharjo – Berlangsung selama 2 hari PBSI laksanakan rapat kerja persiapan akreditasi dan pembelajaran  semester gasal 2022/2023 sebagai wadah koordinasi antar dosen prodi PBSI dalam  menyusun rancangan pembelajaran semester gasal. Kegiatan yang diikuti seluruh dosen PBSI FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo tersebut membahas tentang proses persiapan akreditasi program studi, dalam hal ini PBSI berusaha untuk mencapai nilai unggul. Rangkaian acara  dimulai dengan paparan ketua program studi PBSI Drs, Suparmin, M.Hum, yang  menyampaikan  pengisian lembar evaluasi diri (LED) sebagai Langkah awal untuk persiapan menuju akreditasi dengan capaian yang baik serta sesuai harapan.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Pondok Asri Tawangmangu tersebut juga dihadiri Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum selaku penasihat prodi PBSI sekaligus rektor. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa peningkatan kualitas mahasiswa saat ini dipengaruhi oleh peran institusi, dalam hal ini prodi PBSI agar tercapai lulusan yang siap terjun ke lapangan dengan kompetensi dan memiliki softskill yang baik. Maka dari itu, perlunya persiapan dan program khusus untuk memfasiltasinya.

Agenda berikutnya terjadwal pada saat malam hari prodi PBSI juga mengundang Dr. Mohammad Rohmadi, M.Hum sebagi narasumber dalam proses persiapan akreditasi, dari paparan beliau banyak hal yang  memberikan banyak kontribusi kepada Prodi PBSI, khususnya untuk mencapai nilai akreditasi unggul.

Tips dan rancangan untuk mempermudah dan mempercepat proses persiapan  akreditasi LAMDIK beliau berikan sebagai bentuk penyemangat serta motivasi kepada dosen prodi PBSI agar mampu meningkatkan nilai akrediasi Prodi PBSI nantinya. Pada kesempatan yang sama beliau juga menyampaikan bahwa peningkatan nilai akreditasi menuju predikat unggul bukan serta merta, tetapi membutuhkan proses yang Panjang dan perencanaan dan Tindakan nyata untuk mewujudkannya. Itu semua sebagai sebuah keniscayaan menghadapi persaingan yang semakin ketat dan cepat dalam mencetak SDM yang berkualitas dan mumpuni.

Sukoharjo – Kelompok 33 Kuliah Kerja Nyata Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo kembali mengadakan sosialisasi bagi masyarakat Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen. Sosialisasi tersebut mengangkat tema mengenai Pengenalan Koperasi Serba Usaha bagi masyarakat yang memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bertempat di Balai Desa Tempelrejo pada, Jum’at (09/09/22).

Kegiatan sosialisasi tersebut mendatangkan tim narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah , Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen dan dibuka langsung oleh Kepala Desa Tempelrejo, Agung Dwi Harjanto. Kegiatan tersebut dihadiri 20 peserta yang merupakan masyarakat yang memiliki UMKM dari berbagai jenis seperti industri maupun makanan.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan atas dasar banyaknya masyarakat di Desa Tempelrejo yang memiliki UMKM yang belum memiliki wadah khusus salah satunya adalah koperasi. Adapun jenis UMKM di Desa Tempelrejo beragam salah satunya adalah makanan yaitu tempe, tahu, bakso, mie ayam dan yang paling mendominasi adalah UMKM kerupuk. Selain itu terdapat juga UMKM jenis industri seperti anyaman bambu, konveksi, dan gamelan. 

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut merupakan materi pengenalan koperasi mandiri bagi masyarakat yang memiliki UMKM diantaranya adalah jenis jenis koperasi, hak dan kewajiban anggota koperasi, tugas dan wewenang pengurus koperasi, tahapan pembuatan koperasi.

“Koperasi minimal didirikan dengan anggota 20 orang, dan untuk modal, karena koperasi adalah koperasi mandiri, modalnya dari anggota sendiri yaitu dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Koperasi mandiri tidak harus bermodal besar yaitu minimal Rp. 15.000.000”, ujar Fajar Wahyudi selaku narasumber.

“Di Desa Tempelrejo ini banyak sekali UMKM  tetapi belum memiliki wadah, dan dengan kita menjembatani masyarakat dengan dinas koperasi dalam  sosialisasi ini kami berharap dapat berkelanjutan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta pemerintah desa dan nantinya dapat dibentuk koperasi usaha di desa Tempelrejo ini”, ujar Nofian Raka selaku ketua KKN kelompok 33.

Adanya UMKM di Desa merupakan suatu potensi yang baik bagi daerah, seperti halnya di Desa Tempelrejo. Dengan adanya sosialisasi mengenai Pengenalan Koperasi Serba Usaha tersebut diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi masyarakat khususnya yang memiliki UMKM dalam membuat suatu wadah salah satunya adalah koperasi dan dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat serta pemerintah desa.

 

Sukoharjo  – Universitas Veteran  Bangun Nusantara (Univet Bantara) selenggarakan rangkaian  monitoring  dan evaluasi  Kegiatan KKN yang dilaksanakan  di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten  Karanganyar pada Kamis (8/9).

Stop site yang pertama diikuti oleh Kelompok KKN yang berasal dari Dukuh, Jatirejo, Nglegok, Ngargoyoso dilaksanakan di Kediaman Pribadi Kepala Wilayah Kelurahan Ngargoyoso, Bapak Waluyo. Mahasiswa menampilkan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan serta memaerkan produk unggulan yang diciptakan dari komoditas sekitar salah satunya adalah dari sirup lemon dan pengharum ruangan dari limbah pengolahan sirup lemon.

Kepala Wilayah Kelurahan Ngargoyoso Bapak Waluyo dalam sambutannya. mewakili masyarakat Ngargoyoso mengapresiasi segala kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan berharap program yang dilaksanakan dapat bermaanfaat bagi masyarakat.

“Kami melihat  bahwa kegiatan yang ada sudah sangat bagus, apalagi setiap hari dari para mahasiswa selalu ada kegiatan seperti  kegiatan mengajar di sekolah sekitar dan masih banyak lagi.” sambutnya.

Stop site yang kedua diikuti oleh Kelompok KKN yang berasal dari Girimulyo, Puntukrejo, Segorogunung, dan  Kemuning dilaksanakan di Balai Desa Kelurahan Girimulyo. Mahasiswa juga turut menampilkan produk unggulan dari pengolahan limbah sayuran yang ada disekitar desa tersebut mulai dari dijadikan bahan pupuk cair organik hingga menjadi tempat budidaya maggot.

Kepala Wilayah Kelurahan Girimulyo Ponco Adi Prasetyo, dalam pidatonya menyampaikan ucapan terimakasih serta berharap agar ada pengembangan lebih lanjut tidak hanya dalam pengolahan limbah tetapi juga pemanfaat dan pemaksimalan potensi wisata yang ada diwilayah Ngargoyoso.

“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Universitas Veteran  Bangun Nusantara yang telah bersedia menempatkan  mahasiswa di wilayah kami, semoga dapat memberikan manfaat kepada kami. ujarnya.

Rektor Univet Bantara menyampaikan bahwa kedatangannya kami adalah tidak hanya mengecek kondisi mahasiswa yag ada disana tetapi ingin melihat apakah ada kendala yang dihadapi sehingga pihak Universitas bisa memberikan solusi yang cepat dan tepat untuk hambatan tersebut.

“Kami mengharapkan  mahasiswa  dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat sehingga nantinya siap dilaksanakan  dalam dunia kerja atau  masyarakat.” tuturnya.

Selain itu Rektor Univet Bantara juga menyampaikan bahwa dari produk-produk yang dihasilkan tadi mengharapkan akan adanya pencerahan dan literasi dalam bidang IT semua program tadi bagus tapi alangkah baiknya keterampilan  IT diajarkan kepada masyarakat.

 

Sukoharjo – Dalam rangka memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN)  periode 1 TA 2022/2023, Universitas Veteran Bangun Nusantara ( Univet Bantara) Sukoharjo mengadakan Monitoring Evaluasi atau Monev Kegiatan KKN. Acara monev ini dilaksanakan pada Rabu, 7 September 2022 di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar.

Wakil Rektor II Yos Wahyu Harinta, M.Si menyampaikan sambutannya pada kesempatan monev tersebut. “Hari ini akan memonev dan mahasiswa KKN bisa mempresentasikan program kerjanya dan produk-produk unggulannya. Serta akan ada bimbingan program kerja dari masing-masing DPL”.ujarnya

Beliau juga mengharapkan agar mahasiswa tetap menerpakan protokol kesehatan ditengah pandemic Covid-19 ini. Adapun pemonev hari ini yaitu Wakil Rektor II, Dekan, Tim KKN, dan Tim Monev Universitas Veteran Bangun Nusantara ( Univet Bantara) Sukoharjo.

Sukoharjo – Mahasiswa Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan (FKMIK) Universitas Veteran Bangun Nusantara lulus Uji Kompetensi Nasional (Ukomnas) D3 RMIK 100% dan dinyatakan kompeten berdasarkan Surat Keputusan Komite Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan periode Agustus Tahun 2022 Nomor : 0988/KOM-Kes/IX/2022, Selasa 6 September 2022.

Prita Devy Igiany, S.Kep., M.P.H, Ketua Program Studi D3 RMIK menyatakan hasil Ukomnas yang diperoleh tahun ini merupakan suatu capaian yang patut dibanggakan. “Alhamdulillah, kita bangga tahun ini capaian lulusan first taker Ukomnas Prodi RMIK 100%, yang artinya semua mahasiswa kita lulus dan dinyatakan kompeten. Hal ini tidak lepas dari usaha mahasiswa maupun dosen dalam persiapan pembekalan mengikuti Ukomnas.” Prita juga menyampaikan harapannya, semoga dengan hasil yang dicapai tahun ini, dapat menjadi motivasi bagi prodi untuk lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dan lulusan.

Uji kompetensi merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dan  meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya PMIK. Dengan adanya sistem Exit-Exam yang berlaku saat ini, mahasiswa RMIK wajib mengikuti Ukomnas dan lulus untuk dapat menyelesaikan studi dan diwisuda. Dengan begitu, mahasiswa tak hanya dinyatakan lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi sebagai PMIK yang sesuai dengan standar Indonesia.

Sukoharjo – Wakil Rektor III Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo bersama Tim melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi ( Monev) KKN di  Kecamatan Mondokan, Sragen. Kegiatan Monev KKN merupakan kegiatan penting untuk melihat perkembangan progress mahasiswa selama melakukan KKN ( Kuliah Kerja Nyata). Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 7 September 2022.

Kegiatan Monev di Kecamatan Mondokan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Kantor Desa Sono dan di Balai Desa Jekani. Acara ini dibuka oleh Ahimsa Kandi Sariri, S.P., M.Sc. Adapun pemonev dari kegiatan ini adalah Wakil Rektor III, Dekan Dan Juga Panitia KKN.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor III, Dr. Ir. Sodikin, S.T., M.T. “Monev yang kami laksanakan di Kecamatan Mondokan ini semoga dapat menambah motivasi peserta KKN dan semoga KKN ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat” ujarnya

Kepala Desa Kelurahan Sono Bapak Sutardi mengungkapkan dalam monev hari ini menyambut dengan baik dan memberikan apresiasi kepada peserta KKN yang sudah melakukan KKN di Kelurahan Sono secara baik.

Monitoring dan Evaluasi ( Monev) juga dilaksanakan di Desa Jekani, Mondokan, Sragen. Dalam monev juga terdapat penilaian beberapa produk inovasi hasil mahasiswa peserta KKN berupa produk-produk inovatif dan kreatif.

Sukoharjo – Kelompok KKN 33 Universitas Veteran Bangun Nusantara melaksanakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting bagi Ibu-Ibu kader Posyandu di Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan pada Sabtu (03/09) yang bertempat di Balai Desa Tempelrejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan karena tingginya angka kasus stunting yang khususnya di wilayah Desa Tempelrejo.

Kegiatan Sosialisasi tersebut dihadiri 36 peserta yakni ibu-ibu kader Posyandu di Desa Tempelrejo yang terdiri dari 19 RT dengan mendatangkan narasumber yakni ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Mondokan, Desy Ari Cahyani. Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Tempelrejo, Agung Dwi Harjanto.

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut tentu tidak lepas dari pembahasan stunting yaitu mengenai pemberian gizi yang layak dan tepat pada anak. Dengan adanya ibu-ibu kader posyandu tersebut diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua agar memperhatikan tumbuh kembang anak khususnya dalam memberikan makanan yang bergizi agar tidak masuk dalam kategori stunting

Selain itu peserta yakni kader posyandu juga diberikan pelatihan serta tips dalam melakukan penyuluhan seperti tips bagaimana menyampaikan informasi agar mudah dan dapat diterima oleh masyarakat. Ibu-ibu kader posyandu memiliki peran yang penting dalam membantu menekan angka stunting di Desa Tempelrejo, karena mereka merupakan tim yang turun langsung bertemu dengan masyarakat khususnya saat kegiatan posyandu rutin.

“Dengan menguasai materi yang kita siapkan sebelumnya, saat penyuluhan kita bisa enjoy dan tidak grogi sehingga informasi yang kita sampaikan jelas dan mudah diterima masyarakat”, ujar narasumber, Desy Ari Cahyani

Menurutnya dengan menguasai materi, akan mengurangi rasa grogi pada ibu-ibu kader posyandu yang akan menyampaikan informasi tentang stunting kepada masyarakat. Informasi yang jelas tentunya juga akan mudah diterima oleh masyarakat terutama tentang gizi yang tepat dan porsi yang tepat dalam makanan yang diberikan kepada anak.

“Dengan diadakannya sosialisasi stunting ini tentunya kita berharap dapat menekan angka stunting di Desa ini mengingat kasus stunting yang masih tinggi, dan dengan kita mengundang ibu kader posyandu sebagai peserta kita juga berharap dapat memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemberian gizi pada anak”, ujar ketua KKN Univet Kelompok 33, Nofian Raka.

Kasus Stunting yang masih tinggi di Desa Tempelrejo tentu menjadi perhatian penting khususnya bagi Pemerintah Desa bersama pihak Kesehatan Kecamatan Mondokan kepada masyarakat. Kader Posyandu yang telah dibentuk di setiap Kebayanan di Desa Tempelrejo juga memiliki peran penting dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat secara langsung. Dengan diadakannya sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan stunting dengan sasaran Kader Posyandu tersebut diharapkan dapat memberikan ilmu dan informasi agar tersampaikan kepada masyarakat secara langsung dengan tujuan menekan angka stunting di wilayah Tempelrejo.

Sukoharjo – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, bekerjasama dengan Kominfo menyelenggarakan acara dialog interaktif percepatan penurunan stunting, bertempat di Ruang Seminar Gedung H Kampus Univet Bantara, Sukoharjo.

Dengan menghadirkan narasumber, Drs. Wiryanta, M.A,. Ph.D selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Yunita Dyah Suminar, S.K.M,. M.Sc,.M.Si selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah ‘ Jelas Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, selaku Rektor Univet Bantara Sukoharjo dalam keteranganya.

Rektor katakan, alasan diselenggarakannya dialog interaktif adalah untuk sosialisasi kepada masyarakat, melalui peran akademik yang kebetulan Univet Bantara memiliki Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Melalui pengabdian masyarakat, civitas akademi dapat lebih berperan dalam membantu pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Kami sadar memiliki tugas Tri Dharma, yang salah satunya adalah tentang pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, hal yang berkaitan tentang stunting inilah yang nantinya akan kita galakan.

Copyright © 2022 - UNIVET BANTARA